Minggu, 19 Januari 2014

UPAYA PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN KITAB KUNING


ABSTRAK

Kata Kunci : Pengembangan, Pembelajaran, Kitab Kuning

Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tertua di Indonesia. Sejak berdirinya, pesantren telah menunjukkan peranannya dalam mensyiarkan agama Islam serta ilmu pengetahuan. Hal ini, dapat dilihat dari perjalanan sejarah umat Islam di Indonesia yang dibawa oleh Wali Songo yang kemudian dilanjutkan olehulama'-ulama' di Indonesia setelahnya. Dalam perjalanan tersebut, pesantren mempunyai andil yang banyak, sebab dalam pesantren inilah para ulama' sertaumat islam menggembleng diri mereka agar siap baik secara fisik maupun mentaluntuk menghadapi masyarakat disekitarnya. 


 Penggemblengan diri yang dilakukan dalam pesantren mencankupbanyak hal, diantaranya melalui pengkajian kitab kuning. Kitab kuningmerupakan karya para ulama islam terdahulu yang ditulis dengan menggunakanbahasa arab tanpa memakai harakat (gundul). Pengkajian kitab kuning inidiperlukan, sebab melalui kitab-kitab kuning inilah para ulama serta santri (umatislam yang mengaji di pesantren) memperdalam kajian keilmuan, terutama yangaqidah, akhlak/tasawuf dan tata bahasa arab.Penggemblengan diri atau pembelajaran yang terjadi di pesantren, tidakdapat lepas dari unsur-unsur yang berhubungan dengan metode pembelajaran,, pola metode pembelajaran yang digunakan, bisanya masih berpusatpada guru (teacher center), padahal pada saat ini pola pembelajaran tersebutsudah mulai diubah menjadi berpusat kepada siswa (.Berdasar hal itulah, peneliti mengadakan penelitian dengan judul Pengembangan Pembelajaran Kitab Kuning di P.P Mambaul Ulum Bata-Bata .Hal ini juga didasarkan kepada kyai, ustadz dan santri yang berada di Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata. Untuk mendapatkan data penelitian ini, penulismenggunakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknikobservasi, interview dan dokumentasi. 

Setelah dilakukan penelitian, ditemukan bahwa di P.P Mambaul Ulum Bata-Bata dilakukan pengembangan pembelajaran kitab kuning dari beberapa aspek, yaitu: kitab-kitab yang digunakan, metode pembelajaran dan pengembangan rencana pembelajaran. Dalam melakukan pengembangan pembelajaran kitab kuning tersebut, P.P Mambaul Ulum Bata-Bata menghadapi berbagai macam kendala sebagai berikut: Sulit memahami bahasa madura, santri sulit mengartikan kitab kuning, sulit hafalan, dan santri tidak ada semangat atau motivasi dalam belajar kitab kuning. Namun, Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata tidak tinggal diam melihat berbagai macam kendala tersebut, tetapi melakukan upaya-upaya untuk mengatasinya, dan hasil dari pengembangan pembelajaran kitab kuning itu sendiri

Untuk yang mau donwload skripsinya silahkan Pilih di bawah in:

Analisis Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kelangsungan Pendidikan Anak

Kehidupan keluarga yang sejahtera dan sakinah merupakan suatu bentuk keluarga yang didambakan oleh setiap orang yang membina keluarga, begitu pula sebaliknya setiap orang tidak ingin keluarganya yang dibina kacau apalagi terjadi masalah perceraian.
Perceraian merupakan peristiwa yang menjadikan suatu keluarga pisah ranjang, sehingga kalau mereka mempunyai anak kadang-kadang anaknya diterlantarkan dan bahkan si suami sama sekali tidak menanggung dan membiayainya serta sebagian ada yang dipasrahkan sepenuhnya kepada sang istri yang seharusnya ditanggung bersama.(Zuhdi,2002:16)

Islam memandang perceraian sebagai perbuatan yang halal akan tetapi perceraian merupakan perbuatan yang paling dibenci agama. Sesuai dengan sabda Nabi Muhammad, SAW. Yang di ceritakan Ibnu Majah dan Al-Baihaqi serta Al-Hakim dari Ibnu Umar Yang artinya "Dari Ibn Umar ra. dia berkata Rasulullah SAW. Bersabda: pekerjaan    halal yang sangat dimurkahi Allah. swt adalah talak HR. Ibn Majah, Baihaki Al-Hakim. (As-Sayuti, 1954:05 ).

Untuk Lebih lengkapnya silahkan Download Skripsi di bawah ini:

Analisis Dampak Perceraian Orang Tua Terhadap Kelangsungan Pendidikan Anak 



PROPOSAL SKRIPSI MANAGEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN


Sumbangan pendidikan terhadap pembangunan bangsa tentu bukan hanya sekedar penyelenggaraan pendidikan, tetapi pendidikan yang bermutu baik dari segi input, proses, out put, maupun out com. Input pendidikan yang bermutu adalah guru – guru yang bermutu, peserta didik yang bermutu, kurikulum yan g bermutu, dan fasilitas pendidikan yang bermutu, dan berbagai aspek penyelenggaraan yang bermutu. Proses pendidikan yang bermutu adalah proses pembelajaran yang bermutu. Uot put yang bermutu adalah lulusan yang memiliki kompetensi yang di syaratkan. Dan out come yang  bermutu adalah lulusan yang mampu melanjutkan pendidikan ke  jenjang yang lebih tinggi atau terserap pada dunia usaha atau dunia indutri. (Tim Dosen Administrasi pendidikan  UPI, 2008:288). 
Di  Indonesia, pendidikan  di lakukan dalam tiga jalur, yaitu pendidian formal, non formal, dan pendidikan informal. Hal ini sebagaimana di suratkan dalam undang – undang no.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional pasal 1 ayat 10, 11, 12, dan 13: “(10) satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan pada jalur formal, non formal, dan informal pada setiap jenjang dan jenis pendidikan. (11) pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang  terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. (12) pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat di laksanakan secara terstruktur dan berjenjang. (13) pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
Untuk lebih lengkapnya silahkan Download>>  PROPOSAL SKRIPSI

MENAGEMEN STRATEGI DALAM MENINGKATKAN MUTU PROSES PEMBELAJARAN DI MADRASAH


Pendidikan di anggap sebagai salah satu investasi yang paling berharga dalam bentuk peningkatan kualitas sumber daya insani untuk pembangunan suatu bangsa.Seringkali kebesaran suatu bangsa di ukur dengan sejauhmana masyarakatnya mengenyam pendidikan.Semakin tinggi pendidikan yang di jalani oleh suatu masyarakat, maka semakin majulah bangsa tersebut. Kualitas pendidikan suatu bangsa tidak hanya di lihat dari kemegahan fasililtas pendidikan, melainkan di lihat dari sejauhmana out put suatu pendidikan dapat membangun sebagai manusia yang paripurna. (Tim Dosen Administrasi pendidikan  UPI, 2008:287).
Pendidikan sebagai investasi dalam pembangunan sumberdaya manusia merupakan upaya yang dilakukan dalam konteks organisasi, apakah keluarga, masyarakat, sekolah, atau jenis organisasi lainnya. Pendidikan memiliki tujuan yang harus di capai yang di sebut dengan tujuan pendidikan .pada level Negara, tujuan ini disebut dengan tujuan pendidikan nasional, pada tingkat provinsi tujuan ini di sebut tujuan pendidikan provinsi, pada level kabupaten/kota di kenal dengan tujuan pendidikan kota, dan pada tingkatan sekolah di kenal dengan tujuan pendidikan di sekolah. Tujuan pendidikan ini akan lebih efektif dan efisien jika di lakukan dalam dengan pendekatan organisasi. Dalam perkembangan zaman saat ini orang tua di sibukkan dengan berbagai pekerjaan, proses pendidikan banyak di percayakan pada organisasi sekolah.
Untuk Mendapatkan File di Atas silahkan Anda donwload Di bawah ini:
BAB I   >> BAB II  >> BAB III >> BAB IV  >> BAB V >> BAB VI